Jumat, 26 Agustus 2011

Topeng Rehe




Dentuman kendang membahana seluruh aula,
Gemerlap lampu seolah memainkan mata,
Datang dari satu sudut pentas, penari yang sudah rupawan
Sanggul menjulang, kain terikat dipinggang.

Bermain dipentas tanpa alas kaki, Dan Segera membentuk posisi,
musik klasik yang sudah dimulai sedari tadi, penari melentikan jari,
menggerakan kaki,  menggoyangkan diri,
dan segera menari

Kebaya merah muda nan mewah, tersorot sinar lampu pentas
Lekuk tubuh dan lentik jemari lima penari mengindah semua pesona,
Setiap sudut pentas terhenyak menatap tarian penuh kemolekan.
Cantik! Begitulah banyak kata yang keluar dari para penonton.

Masa sudah bergerak sekian lama,
Perasaan para pelihat yang tiada jemu terus menuju.
Terkejut sudah saat penari membalikan diri,
Dan segera memalingkan kembali wajah mereka yang tak asli.


Tawa geli yang tertahan membuat muka merah padam,
Tak tahan ingin melampiaskan,
Senyum sudut yang menakut hati
Tergambar diseluruh pesona diri.

Semakin beraksi mereka diatas pentas
Menari tak tau diri dan tak terpatri suci
Tarian yang awalnya indah 
Berubah sudah arah.
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar