Kamis, 13 Desember 2012

Kopi Hitam


Aku benar-benar seperti mendamba purnama, Disaat gelapnya malam menyentuh gulita dan disaat pendar cahaya meredup seolah tiada.

Disaat itu pula kurasa detik dari detak suara jam yang mengiris sepi, kembali menyiksa hati yang terisi sunyi.

Sentuh aku, dalam bayangan semu yang kaku, berkali kucoba menjadikan mimpiku nyata, namun apadaya semua hanya bayang semata.

Adakah senyum manis yang bisa meleleh bersama sebuah tawa yang membuat hangat dinginnya malam?

Biarkanlah aku merindumu dalam seduhan kopi hitam tanpa gula.


@yudhantriyana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar