Rabu, 08 Mei 2013

Pengelolaan Perikanan Berbasis Ekosistem




Pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab mempunyai dua pengertian yang saling terkait. Pengertian pertama berhubungan dengan keberadaan dan kelestaraian sumber daya ikan itu sendiri, sedangkan pengertian kedua berhubungan dengan ekosistem yang menjadi bagian dari lingkungan hidup ikan.


1. Pengelolaan Perikanan Berbasis Ekosistem
Bagaimana menjaga keanekaragaman sumberdaya hayati laut Indonesia agar memberi manfaat secara berkesinambungan? Conservation International, menggabungkan diri pada tim teknis yang disebut Komite Nasional Konservasi Laut Indonesia (Komnasko Laut). Tugas utama dari tim ini adalah menyusun draft rekomendasi kebijakan dan strategi konservasi laut di Indonesia. 

Komnasko Laut dibentuk berdasarkan SK Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan No. 43 tahun 2004. Anggota Komnasko terdiri dari berbagai instansi pemerintah seperti DKP, Bappenas, PHKA, LH, Bangda, LIPI, juga berasal dari berbagai LSM seperti CI, WWF, TNC dan Kehati.

Sampai saat ini Komnasko Laut baru menggodok satu draf rekomendasi kebijakan untuk disampaikan kepada Departemen Kelautan dan Perikanan, yaitu tentang pembangunan perikanan yang berkelanjutan di Indonesia. "Intinya rekomendasi ini menyampaikan perlunya perubahan paradigma kebijakan perikanan laut tangkap dari pendekatan Tangkapan Maksimum Berimbang Lestari (MSY) ke pendekatan berbasiskan Ekosistem," kata Khazali, Marine Policy Officer CI Indonesia. Selama ini pendekatan yang digunakan untuk menetapkan kuota jumlah ikan yang ditangkap adalah dengan MSY. Namun, khusus untuk Indonesia dengan karakteristik perikanan tangkap yang bermacam-macam, dan menangkap berbagai spesies ikan (multi-spesies), penerapan pendekatan MSY adalah tidak mudah. Sehingga, data berkualitas untuk menduga MSY, hampir tidak mungkin diperoleh, kalau pun ada, akan sangat mahal.

Penyusunan rekomendasi ini telah digodok selama kurang lebih dua tahun melalui Kelompok Kerja Marine Protected Area (MPA) dan Pokja Perikanan Berkelanjutan Komnasko Laut. Setelah melalui serangkaian pertemuan, secara resmi kedua Pokja tersebut menyampaikan rekomendasinya pada Juli 2006 kepada Tim Teknis Komnasko untuk dibahas dan didiskusikan.  Kita berharap agar rekomendasi tersebut dapat secepatnya diimplementasikan agar kelestarian sumber daya perikanan kita tetap lestari.

Pengelolaan perikanan berbasis ekosistem sangat relevan untuk srategi pembangunan berkelanjutan, dimana pembangunan berkelanjutan mempunyai fungsi  untuk menjamin beberapa hal berikut ini:

1.  Proses ekologi di laut termasuk aliran air dan nutrien, jaringan makanan dan struktur komunitas, serta hubungan antar ekosistem
2.   Keanekaragaman biologi laut termasuk kemampuan untuk berubah secara evolusi.
3.  Kelangsungan hidup untuk seluruh populasi spesies laut asli sesuai dengan fungsinya dalam komunitas biologi.

Sesuai dengan tujuannya untuk memelihara keterpaduan ekosistem maka pengelolaan berbasis ekosistem memerlukan pola pembangunan yang menjamin hal-hal berikut ini:
1. Hubungan antar dimensi ekologi (populasi, spesies, habitat, region) harus diperhitungkan, tidak sekedar memperhatikan dampak pada satu level saja.

2.  Perencanaan dan pengelolaan terhadap entitas ekologi dengan batas yang diketahui, dipadukan dengan batas sektoral, yurisdiksi, dan batas administrasi lainnya.

3.  Data dikumpulkan untuk pengelolaan berbasis ekosistem sebagai landasan bagi sektoral dan integrasi sektoral.

4.  Pola pengelolaan harus terus dipantau dengan membandingkan antara kesehatan laut dan indikator berbasis ekosistem, dan dapat diadaptasi sesuai dengan adanya perubahan lingkungan maupun perubahan lainnya.

5.  Sistem nilai alam dan kemanusiaan harus diperhitungkan dalam kegiatan perencanaan dan pengelolaan secara terpadu sehingga nilai keragaman biologi harus dimengerti dan diselaraskan sebagai bagian penting dalam proses perencanaan dan pengelolaan, sedangkan nilai kemanusiaan memainkan peranan yang dominan dalam memutuskan pemanfaatan laut.

SUMBER: HTTP://www.ut.ac.id 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar