Sabtu, 15 Februari 2014

SECANGKIR KOPI DAN KEHIDUPAN

Aku duduk di pelataran, 
menatap nanar kesetiap penjuru mata angin, 
terduduk tanpa kilas bayang semu yang sering menyapa datang…
Aku menikmati secangkir kopi hitam yang tersaji 
dicangkir putih berukirkan kereta kuda kencana berwarna perak, 
kopi itu sudah semakin dingin, 
diterpa keadaan yang semakin rumit.

Aku meminumnya„ 
begitu kucoba pahit rasa yang aku dapatkan. 
bukankah kopi itu haruslah terasa manis?
karena sudah aku bubuhi gula sebelumnya?
tapi memang,
yang membuatnya pahit bukanlah kopi hitam,
tapi kehidupan yang lupa kita syukurilah 
yang membuatnya terasa sulit.

@yudhantriyana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar