Aku duduk di pelataran,
menatap nanar kesetiap penjuru mata angin,
terduduk tanpa kilas bayang semu yang sering menyapa datang…
Aku menikmati secangkir kopi hitam yang tersaji
dicangkir putih
berukirkan kereta kuda kencana berwarna perak,
kopi itu sudah semakin
dingin,
diterpa keadaan yang semakin rumit.
Aku meminumnya„
begitu kucoba pahit rasa yang aku dapatkan.
bukankah kopi
itu haruslah terasa manis?
karena sudah aku bubuhi gula sebelumnya?
tapi memang,
yang membuatnya pahit bukanlah
kopi hitam,
tapi kehidupan yang lupa kita syukurilah
yang membuatnya
terasa sulit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar