Minggu, 02 Oktober 2016

Bersimpang Jalan

Aku hanya bisa mengenangmu,
Dari dentingan bias suara piano,
Menuliskan alunan rindu semu.
Aku tak berharap memiliki kembali
Namun hati ini sulit memalingkan pilihan…
Aku bisa memaafkan rindu ini,
Yang kadang tak kenal lelah memaksa ujung kesendirian menapaki kesedihannya….
Aku sudah tak mampu berharap sekalipun ingin bertemu,
Namun jantung ini yang pernah kau sentuh dulu, mendetakan nama-mu, selalu…..
Aku sendiri harus berperang antara menerima kenyataan dengan tetap berharap,
Kesulitan terbesar dalam kehidupan itu bukanlah menentukan pilihan, tetapi dihadapkan pada dua problema bersimpang jalan….

Terimakasih sudah menjadi pemilik rindu, sejak pertama bertemu.
Kehidupanku seolah berubah sejak ku sempat mendekapmu,
Bolehkan cemburu itu menguasai hariku?
Aku tak berjumpa denganmu sejak pertemuan pertama,
Kau seolah semu, namun nyata bagiku.
Kau seolah khayal namun nyata tak terayalkan.

Aku memeluk bayangmu, dan kamu memeluk nyata dirinya…..


Garut, Oktober 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar